Selasa, 19 November 2013

Kompensasi

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Karyawan harus menerima hak-haknya sebagai karyawan yaitu imbalan atau kompensasi setelah mereka menjalankan kewajiban. Defenisi kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima karyawan sebagai balasan jasa untuk kerja mereka, dalam suatu organisasi. Masalah kompensasi merupakan suatu yang sangat kompleks, namun paling penting bagi karyawan maupun organisasi itu sendiri.
Dalam meningkatkan efesiensi dan produktivitasnya salah satu upaya yang ditempuh organisasi untuk menciptakan kondisi tersebut adalah dengan memberikan kompensasi yang memuaskan. Dengan memberikan kompensasi, organisasi dapat meningkatkan prestasi kerja, motivasi, dan kepuasan kerja karyawan.
Pentingnya kompensasi sebagai salah satu indikator kepuasan dalam bekerja sulit ditaksir, karena pandangan-pandangan karyawan mengenai uang atau imbalan langsung nampaknya sangat subjektif dan barang kali merupakan sesuatu yang sangat khas dalam industri. Tetapi pada dasarnya dugaan adanya ketidak adilan dalam memberikan upah maupun gaji merupakan sumber ketidakpuasan karyawan terhadap kompensasi yang pada akhirnya bisa menimbulkan perselisihan dan semangat rendah dari karyawan itu sendiri.
Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian kompensasi?
2.      Apakah tujuan kompensasi?
3.      Bagaimana metode kompensasi?
4.      Bagaimanakah sistem dan kebijakan kompensasi?
5.      Faktor apakah yang mempengaruhi besarnya kompensasi dan teori upah insentif?
Tujuan Masalah
1.      Mengetahui pengertian kompensasi.
2.      Mengetahui tujuan kompensasi.
3.      Mengetahui  metode kompensasi.
4.      Mengetahui  sistem dan kebijakan kompensasi.
5.      Mengetahui  faktor yang mempengaruhi besarnya kompensasi dan teori upah insentif.

PEMBAHASAN
A.    Pengertian Kompensasi
            Kompensasi Merupakan pengeluaran dan biaya bagi perusahaan. Perusahaan mengharapkan agar kompensasi yang dibayarkan memperoleh imbalan prestasi  kerja yang lebih besar dari karyawan. Jadi, nilai prestasi kerja karyawan harus lebih besar dari kompensasi yang dibayar perusahaan, supaya perusahaan mendapatkan laba dan kontinuitas terjamin.
Adapaun definisi kompensasi menurut para ahli antara lain sebagai berikut:
1.      Drs. Melayu S.p hasibuan
Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan.
2.   William B. wether dan keith davis
Kompensasi adalah apa yang orang pekerjaan terima sebagai balasan dari pekerjaan yang diberikannya. Baik upah per jam ataupun gaji periodic didesain dan dikelola oleh bagian personalia.
3.   Andrew F. sikula
Kompensasi adalah segala sesuatu yang dikonstitusikan atau dianggap sebagai suatu balas jasa atau ekuivalen.

B.     Pemberian kompensasi
Program kompensasi atau balas jasa umumnya bertujuan untuk kepentingan perusahaan, karyawan, dan pemerintah/ masyarakat. Supaya tujuan tercapai dan memberikan kepuasan bagi semua pihak hendaknya program kompensasi ditetapkan berdasarkan prinsip adil dan wajar, undang-undang perburuhan, serta memperhatikan internal dan eksternal konsistensi.
Peterson dan plowmen mengatakan bahwa orang mau bekerja karena hal-hal berikut :
1.      The desire to live, artinya keinginan untuk hidup merupakan keinginan utama dari setiap orang. Manusia bekerja untuk dapat makan dan makan untuk dapat melanjutkan hidupnya.
2.      The desire for possession, artinya keinginan untuk memiliki sesuatu merupakan keinginan manusia yang kedua dan ini salah satu sebab mengapa manusia mau bekerja.
3.      The desire for fower, artinya keinginan akan kekuasaan merupakan keinginan selangkah diatas keinginan untuk memiliki, mendorong orang mau bekerja.
4.      The desire for recognition, artinya keinginan akan pengakuan meruapakan jenis terakhir dari kebutuhan dan juga mendorong orang untuk bekerja.

Dengan demikian dapat diketahui bahwa setiap pekerja mempunyai motif dan kebutuhan tertentu dan mengharapkan kepuasan dari hasil pekerjaannya. Kebutuhan yang dipuaskan dengan bekerja antara lain sebagai berikut :
1.      Kebutuhan fisik dan keamanan, menyangkut kepuasan kebutuhan fisik atau biologis seperti makan, minum, tempat tinggal dan semacamnya, disamping kebutuhan akan rasa aman dalam menikmatinya.
2.      Kebutuhan social, karena manusia tergantung satu sama lain maka terdapat berbagai kebutuhan yang hanya bisa dipuaskan apabila masing-masing individu ditiolong atau diakui oleh orang lain.
3.      Kebutuhan egoistic, berhubungan dengan keinginan orang untuk bebas, untuk mengerjakan sesuatu sendiri dan untuk puas karena berhasil menyelesaikannya.

Kepuasan-kepuasaan diatas ada yang dinikmati diluar pekerjaan, disekitar pekerjaan, dan lewat pekerjaan. Kebutuhan fisik terpuaskan diluar pekerjaan, sedangkan hubungan egoistic terutama terpuaskan  melalui pekerjaan.
Status adalah kebutuhan social, tetapi status yang diperoleh dari jabatan penting, sama-sama dinikmati baik diluar maupun di dalam pekerjaan.
Pujian adalah kebutuhan social lainnya, tetapi pujian dari majikan paling mudah dicapai dengan cara mengerjakan pekerjaan sebaik mungkin.




C.    Tujuan kompensasi
Tujuan pemberian kompensasi (balas jasa) antara lain adalah sebagai ikatan kerja sama, kepuasan kerja, pengadaan efektif, motivasi, stabilitas karyawan , disiplin, serta pengaruh serikat buruh dan pemerintah.
1.      Ikatan kerja sama
Dengan pemberian kompensasi terjalinlah ikatan kerja sama formal antara majikan dengan karyawan. Karyawan harus mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik, sedangkan pengusaha/majikan wajib membayar kompensasi sesuai dengan perjanjian yang disepakati.
2.      Kepuasan kerja
Dengan balas jasa, karyawan akan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisik, status social, dan egoistiknya sehingga memperoleh kepuasan kerja dari jabatannya.
3.      Pengadaan efektif
jika program kompensasi ditetapkan cukup besar, pengadaan karyawan yang qualified untuk perusahaan akan lebih mudah.
4.      Motivasi
Jika balas jasa yang diberikan cukup besar, manajer akan mudah memotivasi bawahannya.
5.      Stabilitas karyawan
Dengan program kompensasi atas prinsip adil dan layak serta eksternal konsistensi yang kompentatif maka stabilitas karyawan lebih terjamin karena turnover relative kecil.
6.      Disiplin
Dengan pemberian balas jasa yang cukup besar maka disiplin karyawan semakin baik. Mereka akan menyadari serta mentaati peraturan-peraturan yang berlaku.
7.      Pengaruh serikat buruh
Dengan program kompensasi yang baik pengaruh serikat buruh dapat dihindarkan dan karyawan akan berkonsentrasi pada pekerjaannya.
8.      Pengaruh pemerintah
Jika program kompensasi sesuai dengan undang-undang pemburuhan yang berlaku (seperti batas minimum) maka intervensi pemerintah dapat dihindarkan.

D.    Metode kompensasi
Metode kompensasi terbagi dua yaitu : metode tunggal dan metode jamak.
1.    Metode tunggal yaitu suatu metode yang dalam menetapan gaji pokok hanya didasarkan atas ijazah terakhir dari pendidikan formal yang dimiliki karyawan. Jadi, tingkat golongan dan gaji pokok seseorang hanya ditetapkan atas ijazah terakhir yang dijadikan standarnya.
2.      Metode jamak yaitu suatu metode yang dalam gaji pokok didasarkan atas beberapa pertimbangan seperti ijazah, sifat pekerjaan, pendidikan informal, bahkan hubungan keluarga ikut menentukan besarnya gaji pokok seseorang. Jadi standar gaji pokok yang pasti tidak ada. Ini terdapat pada perusahaan-perusahaan swasta yang didalamnya masih sering terdapat diskriminasi.

E.     Asas kompensasi
Program kompensasi harus ditetapkan atas asas adil dan layak serta dengan memperhatikan undang-undang perburuhan berlaku

F.     Sistem kompensasi dibagi menjadi tiga
1.      Sistem waktu
Dalam sistem waktu besarnya kompensasi ditetapkan berdasarkan standar waktu seperti jam, minggu, bulan. Sistem waktu biasanya ditetapkan jika prestasi kerja sulit diukur perunitnya dan bagi karyawan tetap konpensasinya dibayar atas sistem waktu secara preodik setiap bulan. Besarnya hanya didasarkan kepada lamanya bekerja bukan dikaitkan kepada prestasi kerja.
2.    Sistem hasil (output)
Dalam sistem hasil besarnya kompensasi atau upah ditetapkan atas kesatuan unit yang dihasilkan bekerja, seperti permeter, liter dan kilogram.
3.    Sistem borongan
Adalah suatu cara pengupahan yang penetapan besarnya jasa didasarkan atas volume pekerjaan dan lama mengerjakannya.

G.    Factor-faktor yang mempengaruhi besarnya kompensasi
1.      Penawaran dan permintaan kerja
2.      Kemampuan dan kesediaan perusahaan
3.      serikat buruh atau organisasi karyawan
4.      Produktivitas kerja karyawan.
5.      Pemerintah dengan undang-undang dan keppres
6.      Biaya hidup
7.      Posisi jabatan karyawan
8.      Pendidikan dan pengalaman kerja
9.      Kondisi prekonomian nasional
10.  Jenis dan sifat pekerjaan

















PENUTUP
Kesimpulan
          Merupakan pengeluaran dan biaya bagi perusahaan. Perusahaan mengharapkan agar kompensasi yang dibayarkan memperoleh imbalan prestasi  kerja yang lebih besar dari karyawan. Jadi, nilai prestasi kerja karyawan harus lebih besar dari kompensasi yang dibayar perusahaan, supaya perusahaan mendapatkan laba dan kontinuitas terjamin.
Tujuan pemberian balas jasa hendaknya memberikan kepuasan pada semua pihak, karyawan dapat memenuhi kebutuhannya, pengusaha mendapat laba, peraturan pemerintah harus ditaati dan konsumen mendapat barang yang baik dengan harga yang pantas.
Banyak factor yang mempengaruhi besar atau kecilnya tingkat upah. Hal ini perlu mendapat perhatian supaya prinsip pengupahan adil dan layak lebih baik dan kepuasan kerja dan tercapai.

Saran
Apabila terdapat kekurangan dalam pembuatan makalah ini saya mengharapkan kritik dan sarannya guna menjadi intropeksi diri saya kedepannya agar menjadi lebih baik lagi.

                                   








DAFTAR PUSTAKA
-          Hasibuan, Malayu S.P. 2006. Management Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara : Jakarta

-          Suhendra. Hayati, Murdiyah. 2006. Management Sumber Daya Manusia. Uin Jakarta press : Jakarta 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar